Sunday, January 6, 2019

Mala “ kamu pasti menyesal tidak menemuinya waktu itu, sekarang dia sudah pergi meninggal kan kota waktu lusa ”
Jafran “ jujur...iya saya menyesal, tapi saya yakin selama langit kita masih sama dan berpijak di bumi yang sama sejauh apapun jarak kita masih bisa bertemu walaupun hanya lewat sebuah imajinasi dan naluri atau bahkan hanya lewat sebuah mimpi...dan saya juga merasa senang walaupun dia disana untuk seseorang yang dia cintai, tapi keputusan dia untuk kesana itu sudah sangat tepat, saya yakin di sana dia bisa jauh lebih hebat, dan doa saya selalu mengiringi semoga dia sehat dan bahagia disana”
Mala “ mau sampai kapan kamu seperti ini? Selalu mendoakan orang disekeliling mu meski dia telah banyak mengecewakan mu?”
Jafran “ sampai mulut ini lelah untuk mengucap nama nya, sampai tangan ini lelah menadah untuk nya, sampai hati ini tak mengenal kata harap pada nya”

Mala “ dasar bucin “

Friday, January 4, 2019

MALA DAN JAFRAN

Mala “ dulu kamu pernah sedekat nadi dengan nya, tapi sekarang untuk menyapa aja harus dipaksa”
Jafran “bukan sepeti ituu, aku hanya tidak mau menjadi benalu di dalam pikiran nya yang memperlambat dia untuk menempuh kehidupan yang baru. semakin kita saling menyapa dan bertatp muka maka semakin sulit kita untuk melupa”
Mala “kamu pernah bilang klo kita tidak perrlu saling melupakan, tapi kita hanya butuh bersahabat dengan keadaan”
Jafran “ benar namun sampai sekarang keadaan blum bisa bersahabat dengan kami, jadi tidak menyapa bukan berati kita saling melupa tapi ini proses agar keadaan mau bersahat dengan kami berdua. 
Mala “namun menurutku cara mu terlalu egois, kamu tidak saling menyapa padahal masih saling mencari tau tentang satu sama lain secara diam diam, kalian tuh masih saling suka namun sama sama tidak mau saling membuat luka”


Thursday, December 27, 2018

TATAP

Berbincang dengan rindu, betemu menatap kedua mata yang saling belinang kerinduan, waktu berjalan secepat shinkansen, pertemuan akan segera berakhir, lambaian tangan nya membuat saya mengerti akhir dari pertemuan  bukan sebuah kesedihan tapi sebuah harapan untuk bertemu kembali dalam keadaan baik 🍃

LIRIHH

Rubik yang ku susun dengan menguras otak dan menghafal rumus sehinga menjadi sewarna, kini kau rombak dengan luapan depresi, air mata mu turun sehingga membentuk muara dalam sanu bari, kamu tak menghargai sebuah usaha kamu hanya menghargai sebuah rasa, rasa yang dapat berubah seketika, kau tidak menghargai sebuah makna, kau hanya menghargai sebuah kata, kata yang dapat berdusta, kau hanya lah seorang yang seharus nya ku lupa. 

SEBUAH PERPISAHAN

Terminal malam, bertatapan bersama mu dibawah rembulan, mendekat kan kepala beradu menjadi lambang cinta, ku belai rambut mu agar kau tak melupa,  pertemuan ini akan berakhir, bus datang   ingin membawa mu kepada tempat yang kau tuju, satu kenangan yang kau beri ciuman pada kening membuat tidur ku tak lelap, berharap kau cepat pulang  dan kembali mendekap. 

Wednesday, December 26, 2018

DON’T COME BACK AGAIN

Disoree hari ketika senja ingin menghilang, disebuah taman ku bercengkraman dengan sebuah angan, menari bersama bayang menikmati senja yang perlahan menghilang, aku masih sendiri bersmbunyi dalam kesunyian,semakin tenggelam semakin hangat yang kurasa, dekapan mu selalu terasa setiap senja ingin berganti malam, semakin kurasa semakin ku terlelap dalam angan dan semakin lincah tarian bayangmu dalam pikiran, ingin ku renggut kembali diri mu namun keraguan selalu datang, ketidakwarasan ini seharus nya diakhiri,  “pergilahh dan jangan pernah kembali.... LAGI”

ALIS TEBAL FATAMORGNA

Alis mu berwana gelap namun indah karna ada banyak bintang dimata mu,
Mata mu cantik seperti savana yang ada di afrika,luas seperti cakra wala dunia membuat ku penasaran ingin menjelajah didalam nya,
Senyum mu indah laksana biasan air ketika terkena pancaran sinar matahari, melihat senyum mu kerika bertatapan sebuah keberuntungan karna semesta juga menginginkan itu, jadi kuharap semesta merestui kita dan mengikhlaskan senyuman pujaan nya di rebut oleh anak adam. 
Tapi memmiliki mu sepenuh nya hanya angan belaka, seperti hal nya aku berjalan di tengah padang pasir dan berharap menemuka sebuah oase di ujung sana, tapi yang ada hanya fatamorgana mu saja, sudah cukup mengagumi keindahan dari sang pencipta, dan aku paham semuah yang indah tak selama bisa ku miliki kadang keindahan hanya bisa kita nikmati dengan melihat namun tak bisa kita bawa, tapi sudah lah biar ini menjadi cerita yang kan ku bawa untuk pamer kepada semesta.