Thursday, December 27, 2018

TATAP

Berbincang dengan rindu, betemu menatap kedua mata yang saling belinang kerinduan, waktu berjalan secepat shinkansen, pertemuan akan segera berakhir, lambaian tangan nya membuat saya mengerti akhir dari pertemuan  bukan sebuah kesedihan tapi sebuah harapan untuk bertemu kembali dalam keadaan baik 🍃

LIRIHH

Rubik yang ku susun dengan menguras otak dan menghafal rumus sehinga menjadi sewarna, kini kau rombak dengan luapan depresi, air mata mu turun sehingga membentuk muara dalam sanu bari, kamu tak menghargai sebuah usaha kamu hanya menghargai sebuah rasa, rasa yang dapat berubah seketika, kau tidak menghargai sebuah makna, kau hanya menghargai sebuah kata, kata yang dapat berdusta, kau hanya lah seorang yang seharus nya ku lupa. 

SEBUAH PERPISAHAN

Terminal malam, bertatapan bersama mu dibawah rembulan, mendekat kan kepala beradu menjadi lambang cinta, ku belai rambut mu agar kau tak melupa,  pertemuan ini akan berakhir, bus datang   ingin membawa mu kepada tempat yang kau tuju, satu kenangan yang kau beri ciuman pada kening membuat tidur ku tak lelap, berharap kau cepat pulang  dan kembali mendekap. 

Wednesday, December 26, 2018

DON’T COME BACK AGAIN

Disoree hari ketika senja ingin menghilang, disebuah taman ku bercengkraman dengan sebuah angan, menari bersama bayang menikmati senja yang perlahan menghilang, aku masih sendiri bersmbunyi dalam kesunyian,semakin tenggelam semakin hangat yang kurasa, dekapan mu selalu terasa setiap senja ingin berganti malam, semakin kurasa semakin ku terlelap dalam angan dan semakin lincah tarian bayangmu dalam pikiran, ingin ku renggut kembali diri mu namun keraguan selalu datang, ketidakwarasan ini seharus nya diakhiri,  “pergilahh dan jangan pernah kembali.... LAGI”

ALIS TEBAL FATAMORGNA

Alis mu berwana gelap namun indah karna ada banyak bintang dimata mu,
Mata mu cantik seperti savana yang ada di afrika,luas seperti cakra wala dunia membuat ku penasaran ingin menjelajah didalam nya,
Senyum mu indah laksana biasan air ketika terkena pancaran sinar matahari, melihat senyum mu kerika bertatapan sebuah keberuntungan karna semesta juga menginginkan itu, jadi kuharap semesta merestui kita dan mengikhlaskan senyuman pujaan nya di rebut oleh anak adam. 
Tapi memmiliki mu sepenuh nya hanya angan belaka, seperti hal nya aku berjalan di tengah padang pasir dan berharap menemuka sebuah oase di ujung sana, tapi yang ada hanya fatamorgana mu saja, sudah cukup mengagumi keindahan dari sang pencipta, dan aku paham semuah yang indah tak selama bisa ku miliki kadang keindahan hanya bisa kita nikmati dengan melihat namun tak bisa kita bawa, tapi sudah lah biar ini menjadi cerita yang kan ku bawa untuk pamer kepada semesta. 










NESTAPA YANG BERSERAH

Nestapa Yang Berserah


Jika kau rindu dengan seseorang datangilah, 
Ajak dia betatapan itu lebih indah bukan (?) pergilah aku takan menahan mu karna aku tau obat rindu hanyalah betemu, biarkan ku tersudut di pojok ruang dimensimu, 
dengan menikmati rasa cemburuku padamu, 
Semoga kamu mengerti maksud ku,

Aku hanya tak mau kamu terbelenggu dalam liang rindu, 
Yang selalu menyiksa batin mu,
Satu pesanku :
“Jaga diri mu ketika jauh disana, jangan pikirkan aku yang memilih terpojok dalam ruang gelap tanpa panah, karna aku percaya cinta yang sebenarnya takan pernah punah”

Jhon



BIARKAN AKU MENCINTAI MU DENGAN CARA KU SENDIRI 


Bayang dan pikiran, Perasaan khawatir terhadap seseorang datang secara tiba tiba, bayang nya menyelimuti pikiran dan selalu meminta untuk di khawatirkan, tapi apakah pantas kita mengkhawatiri seorang yang tidak khawatir pada dirinya sendiri (?) Ahh sudahlah, cinta memang begitu membutakan sesuatu yang nyata dan menjelaskan sesuatu yang fana, bayang nya terus datang dan menahan saya untuk pergi, padahal saya hanya ingin pergi untuk menikmati secangkir kopi, sungguh lucu bayang mu sampai tidak mau melepas dari pikiran walaupun hanya untuk secangkir kopi 😁. pikiran ini kembali bernegosiasi dengan bayangmu, saya tidak akan meninggal kan mu untuk sekarang karna ada yang harus di perbaiki dalam pemikiran raga mu lagi pula saya masih sangat kuat untuk bertahan dan tidak ada asalan untuk mundur dari drama yang dibuat oleh dua pasang insan manusia yang bodoh ini.  “bayangmu terseyum seperti kuda balap”. tapi untuk saat ini pergilah sejenak, saya ingin merasakan pikiran yang tenang tanpa selimut mu yang terus memaksa meminta rasa khawatir dari saya, untuk saat ini lebih baik kita bertemu dalam mimpi, itu lebih menyenang bukan (?)