Rubik yang ku susun dengan menguras otak dan menghafal rumus sehinga menjadi sewarna, kini kau rombak dengan luapan depresi, air mata mu turun sehingga membentuk muara dalam sanu bari, kamu tak menghargai sebuah usaha kamu hanya menghargai sebuah rasa, rasa yang dapat berubah seketika, kau tidak menghargai sebuah makna, kau hanya menghargai sebuah kata, kata yang dapat berdusta, kau hanya lah seorang yang seharus nya ku lupa.
No comments:
Post a Comment