Sunday, March 24, 2019

LINTAS CIBUBUR



Dulu kita sering mengendarai roda dua bersama, saling bercerita, berbagi tawa, diatas matras yang berbusa.
Menyelururi jalan dengan tangan di pinggang, mendekap erat dalam kemacetan, tertawa dalam keramaian, sengguh kerinduan ini tak bisa di lepaskan. Lintas cibubur, menyimpan banyak kenangan yang akan segera terlupakan.


Seperti apapun kisah ini nantinya, tetap abadi atau musnah di telan bumi, percayalah; mengenalmu adalah terjatuh yang selalu ingin aku ulang, memilikimu adalah tersesat sebagai jalan pulang. Dirimu sangat berharga, ihklas yang tidak akan kulakukan pada cinta lain nya. 

Sunday, February 10, 2019

KELAM

Titik terkelam, aku mencoba bangkit  dari keterpurukan dan memikul semua rahasia di antara kita, membiarkan lempengan besi tipis terus menghujam, pedih namun tak sedikit pun ku rasakan, luka yang terus menerus dibasahi oleh air mata kini mengering dengan sendirinya, semua nya telah usai setelah kepergian mu, sudah waktunya membuka lembaran baru, sudah  cukup meratapi kesedihan dalam kesendirian, pergilah berkelana buka mata coba lihat dunia, berilah lembaran barumu dengan cerita yang lebih mempunyai makna, jangan kau ulang kisah kelam yang membuat mu semakin tenggelam, 

Sunday, January 6, 2019

Mala “ kamu pasti menyesal tidak menemuinya waktu itu, sekarang dia sudah pergi meninggal kan kota waktu lusa ”
Jafran “ jujur...iya saya menyesal, tapi saya yakin selama langit kita masih sama dan berpijak di bumi yang sama sejauh apapun jarak kita masih bisa bertemu walaupun hanya lewat sebuah imajinasi dan naluri atau bahkan hanya lewat sebuah mimpi...dan saya juga merasa senang walaupun dia disana untuk seseorang yang dia cintai, tapi keputusan dia untuk kesana itu sudah sangat tepat, saya yakin di sana dia bisa jauh lebih hebat, dan doa saya selalu mengiringi semoga dia sehat dan bahagia disana”
Mala “ mau sampai kapan kamu seperti ini? Selalu mendoakan orang disekeliling mu meski dia telah banyak mengecewakan mu?”
Jafran “ sampai mulut ini lelah untuk mengucap nama nya, sampai tangan ini lelah menadah untuk nya, sampai hati ini tak mengenal kata harap pada nya”

Mala “ dasar bucin “

Friday, January 4, 2019

MALA DAN JAFRAN

Mala “ dulu kamu pernah sedekat nadi dengan nya, tapi sekarang untuk menyapa aja harus dipaksa”
Jafran “bukan sepeti ituu, aku hanya tidak mau menjadi benalu di dalam pikiran nya yang memperlambat dia untuk menempuh kehidupan yang baru. semakin kita saling menyapa dan bertatp muka maka semakin sulit kita untuk melupa”
Mala “kamu pernah bilang klo kita tidak perrlu saling melupakan, tapi kita hanya butuh bersahabat dengan keadaan”
Jafran “ benar namun sampai sekarang keadaan blum bisa bersahabat dengan kami, jadi tidak menyapa bukan berati kita saling melupa tapi ini proses agar keadaan mau bersahat dengan kami berdua. 
Mala “namun menurutku cara mu terlalu egois, kamu tidak saling menyapa padahal masih saling mencari tau tentang satu sama lain secara diam diam, kalian tuh masih saling suka namun sama sama tidak mau saling membuat luka”